Pidato Menjauhi Sifat Takabur

Posted on

Takabur berasal dari bahasa arab , yaitu ”kabbara -yatakabbaru -takkaburan” yang berarti merasa besar atau sombong .secara istilah dalam ilmu akhlak ,takabur artinya merasa diri lebih baik serasa merendahkan orang lain. Perasaan ini muncul dari kesalahan menilai diri sendiri, seolah -olah dirinya lebih mulia, lebih terhormat dan lebih pandai dalam segala hal dibandingkan orang lain . Sifat takabur itu menunjukkan kurangnya keimanan dan tidak menerima atau mengikuti, serta selalu menganggap orang lain lebih rendah atau lebih hina . Padahal orang lain yang dianggap lebih rendah atau hina mungkin lebih mulia dalam pandangan Allah SWT dari pada dirinya.

Secara umum takabur dibagi menjadi 2:
1. takabur zhatiri (takabur dalam perbuatan)
Takabur zhatiri artinya takabur yang dapat di lihat secara langsung ,karena tampak dari ucapan atau gerakan anggota tubuh, misalnya: riya, angkuh, dan menghilangkan muka ke orang lain .
2. takabur batini(takabur dalam sifat )
takabur batini adalah jenis takabur yang tidak tampak secara fisik tetapi tersembunyi di dalam hati dapat di indera scara langsung .seperti seseorang yang mengingkari kebenaran yang datang dari allah swt padahal dia mengetahui kebenaran tersebut .

Adapun contoh-contoh perilaku takabur atau sombong dalam kehidupan sehari-hari:
*pangkat dan jabatam
*harta
*ketampanan atau kecantikan

Sifat takabur adalah sifat tercela yang harus dijauhi oleh setiap mukmin , karena akan berakibat negatif yaitu:
*mendekatkan seseorang dengan berbuat dosa
*menjauhkan diri dari kasih sayang Allah SWT.
*merusak hubungan silaturahmi
*menghambat pengembangan potensi diri
*menghlangi seseorang masuk surga .

cara menghidari sifat takabur yaitu:
*mendekatkan diri kepada allah
*menjauhi perbuatan sia-sia atau maksiat
*memperbanyak ibadah
*menyadari kekurangan diri
*mensyukuri nikmat Allah SWT.

Sifat takabur sangat mudah hinggap pada diri manusia biasa, dan salah satu cara mengingatkan manusia dari sifat takabur ini adalah dengan menyampaikan melalui ceramah atau pidato di berbagai event keagamaan atau sosial.

Berikut contoh pidato dengan tema takabur,

Assalmu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Puji dan syukur kita sanjungkan kepada Allah swt, karena dengan limpahan ramat-Nya kita sekalian bisa mengikuti aktivitas berupa kuliah tujuh menit, tanpa ada halangan suatu apapun. Mudah-mudahan kegiatan semacam ini senantiasa mendapat ridha Allah swt, amin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad saw, karena dengan menyebarnya islam ke penjuru pelosok dunia, kita bisa memedakan yang haq dan yang bathil berkat hidayah Allah swt.

Kalau kita mau merenung akan keberadaan manusia hidup didunia ini, tentu saja kita akan menyadari, bahwa kita satu-satunyah mahluk yang lemah, tanpa daya kekuatan sama sekali. Kita bisa berkedip, bergerak, bahkan bisa berjalan menuju temat ini semata-mata anugrah dari Allahswt. Tanpa pemberian Allah, maka janganlah bisa berjalan, bergerak pun saja kita tidak akan mampu. Mengingat hal semacam ini, lalu timbul kesadaran dalam hati kita masing- masing. Bahwa patutkah manusia ini mempunyai sifat sombong terhadap sesamanya?

Bagi orang yang sesungguhnya beriman, maka dengan tegas menjawab: bahwa takabur tidak patut dimiliki manusia. Tidak sedikit manusia takabur sebab harta yang melimpah dimilikinya, rupa yang tampan dan cantik, mempunyai pangkat dan kedudukannya. Bila hal-hal semacam itu dijadikan bahan takabur, maka model orang semacam ini kurang berfikir dan amat Allah. Bagi orang-orang yang takabur dalam hidup ini, maka akan mendapatkan balasan berupa neraka, karena sesorang yang dalam hatinya menyelinap sifat takabur, sekalipun sekecil semut maka bisa menghalangi masuk surga.

Nabi saw. Bersabda yang  Artinya: tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat semut daripada takabur. (HR.Muslim dan Tirmidzi).

Maka sifat takabur haruslah kita basmi jangan sampai tersisa dalam hati orang-orang islam, karena sifat takabur adalah suatu perkara yang merusak manusia.

Nabi saw. Bersabda yang Artinya: tiga perkara yang merusak, perangai kikir yang ditaati, hawa nafsu yang selalu diikuti dan sombong ujub pada diri sendiri. (HR.Thabrani).

Berkait dengan ini pula Nabi saw berperan kepada Tsa’labah:

Artinya: ya Tsa’labah Apabila kamu telah menjumpai manusia yang kikir dan mentaatinya, dan manusia yang selau mengikuti hawa nafsunya, dan dunia yang dimuliakan turun temurun, dan kamu jumpai juga manusia masing- masing telah berperangi ujub, maka jaga saja dirimu sendiri. (HR.Abu Daud).

Dengan bahayanya sifat takabur itu, maka kita harus sadar, bahwa manusia mahluk yang lemah tanpa daya kekutan apapun, segala yang ada pada diri kita semata-mata anugerah dari Allah swt. Kalau kita mau merenung betul tetang keberadaan manusia yang sesungguhnya, maka takabur tidak sampai ada pada hati orang-orang beriman, sekalipun manusia itu berhasil dan sukses dalam hidupnya.

Mudah-mudahan Allah menjauhkan sifat sombong dari diri orang-orang beriman. Kiranya sampai di sini dulu materi yang kami sampaikan mudah-mudahan membawa manfaat bagi saya peribadi, dan umunya hadirin sekalian, aamiin

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *