Pantun RCN, Romantis, Cinta, Nasehat

Posted on

Kali ini katalagi.com akan memberikan contoh pantun update 2017 yang kita beri nama RCN yaitu pantun cinta, pantun romantis dan pantun nasehat. silahkan anda gunakan untuk menunjukkan ekspresi kamu kepada teman-teman.

3 jenis pantun ini kami rangkum dari berbagai sumber, semoga kamu bisa memanfaatkannya sehingga tumbuh rasa seni berpantun. selamat berpantun ria.

Pantun Romantis

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yg cantik

Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik

Nasi uduk masih anget
Beli nye di pinggir jalan
Yang lagi duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Beribu-ribu pohon beringin
hanya satu si pohon randu
saat malam terasa dingin
hanya wajahmu yang aku rindu

Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh perdu jauh di sana
Sepasang kasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana

Rumah di kota amatlah bersih
Tempat bermain si orang kaya
Berpantang mata berasa kasih
Jumpa yang lain lupakan saya

Anak itik mulailah terbang
Ambilkan dedak berilah makan
Janganlah adik merasa bimbang
Segala kehendak abang tunaikan

Ada budak membuang dedak
Penuh setimba di celah batu
Berdua tidak, bertiga pun tidak
Kekasih hamba hanyalah satu

Juragan pisau makan buah
Buah kotor kena tinta,
Jangan risau jangan gundah
Karena derita bumbu cinta

Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik

Beribu-ribu pohon beringin
hanya satu si pohon randu
saat malam terasa dingin
hanya wajahmu yang aku rindu

buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

Dinda cantik tinggi semampai
Dada bidang rambut mengurai
Putih melepak lembut gemulai
Kakanda melihat rasa terkulai

Walau banyak bunga di taman
Bunga mawar masih dikenang
Walau banyak kupunya teman
Dalam hatiku dinda seorang

Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh perdu jauh di sana
Sepasang kasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana

Tinggi-tinggi burung merbuk
Terbang melayang ke tanah rata
Hati teringat mulut menyebut
Wajah terbayang di depan mata

Hujan basah habis pun basah
Duduk sendiri tidak mengapa
Sudah lama kita berpisah
Baru kini kita berjumpa

Di celah batu bunga terselit
Lembut debu bunga seroja
Kasih tuan kasih di kulit
Tanam tebu di bibir saja

Rumah di kota amatlah bersih
Tempat bermain si orang kaya
Berpantang mata berasa kasih
Jumpa yang lain lupakan saya

Pokok selasih pokok bayam
Dalam kepuk buah berangan
Seorang kasih seorang sayang
Tidak bertepuk sebelah tangan

Rumput kuberantas habis rata
Burung serindik mematuk betik
Beribu melintas di depan mata
Hanyalah adik yang paling cantik

Menjadi tamu di hari raya
Penganan sura rasanya tawar
Hendak bertemu apakah daya
Hanya suara menjadi penawar

Anak itik mulailah terbang
Ambilkan dedak berilah makan
Janganlah adik merasa bimbang
Segala kehendak abang tunaikan

Membawa peti dari malaka
Berisi pakaian si anak raja
Kalau hati sudah merasa suka
Semua keadaan indah di mata

Ikan batu di atas bara
Pohon selasih di tepi kota
Pikiran buntu badan sengsara
Bila kekasih jauh di mata

Ada budak membuang dedak
Penuh setimba di celah batu
Berdua tidak, bertiga pun tidak
Kekasih hamba hanyalah satu

Mata genit beradu pandang
senyum adik menggoda abang
ayolah dik kita melayang
menuju negri jauh di sebrang

jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati

darimana datangnya lintah
dari sawah turun ke kali
darimana datangnya cinta
dari mata turun ke hati

Meski aku sudah kenyang T
etap harus minum jamu
Perempuan yang ku sayang
Bolehkah aku bertamu

Kalau mau menanam tebu
tanamlah di dekat pohon jambu
kalau kau cinta padaku
bilang saja I LOVE U

Ada harta tidak terjaga
Ada peti tidak terkunci
Bahana cinta anak remaja
Sekejap kasih sekejap benci

Anak ayam belajar berenang
Anak itik di paya bakau
Mulut menyebut hati terkenang
Rindukan adik jauh di rantau

Anak bangsawan menjahit tabir
Sulam di tepi siku keluang
Benci tuan cuma di bibir
Dalam hati membara sayang

Menaiki kereta merknya honda
Pergi selayang kerumah hanapi
Bila cinta mekar di dada
Siang terkenang malam termimpi

Mulanya duka kini menjadi lara
Teman tiada hanyalah sendu
Bila rindu mulai membara
Itulah tanda cinta berpadu

Juragan pisau makan buah
Buah kotor kena tinta,
Jangan risau jangan gundah
Karena derita bumbu cinta

Paling cakep burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Emang banyak wanita cantik
Cuman ade yang abang sayang

Pohon sagu jatoh di tebang
Pohon duku di bikin sarang
Jangan ragu jangan bimbang
Cinta ku hanya untuk mu seorang

Pantun Cinta

Meski hanya buah Duku
Tapi ini bisa diramu
Meskipun jarang bertemu
Cintaku hanya untukmu

Meski aku sudah kenyang
Tetap harus minum jamu
Perempuan yang ku sayang
Bolehkah aku bertamu

Jalan-jalan ke kota Prancis
Banyak rumah berbaris-baris
Biar mati diujung keris
Asal dapat adinda yang manis…

Kalau mau menanam tebu
tanamlahdi dekat pohon jambu
kalau kau cinta padaku
bilang saja I LOVE U

Aku sedang minum jamu
Minum di bawah pohon jambu
Aku tak mau kehilangan kamu
Karna ku sangat mencintaimu

Pagi pagi udah sarapan
Lauknya ikan teri
Met pagi aku ucapkan
Untukmu kekasih hati

Kalau Cinta Ya Bilang Cinta
Kalau Sayang Ya Bilang Sayang
Jangan Ditunda Tunda
Nanti Di Ambil Orang

Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia

Malam senin malam rabu
Bedua saling bercinta
Sahabat yang kutunggu
Akhirnya datang juga

Jalan-jalan ke samarinda
Tidak lupa bawa bambu
Makin lama makin bahagia
Lihat kamu berkerudung ungu

Malam Senin ada tamu
Masuk rumah pake sepatu
Kalo adek mau jadi Pacarku
Alhamdulillah yah sesuatu

Hati senang diundang pesta
Sahabat lama yang sedang dinanti
Apakah ini artinya cinta
Jika tanpa tulus di hati

Kalau mau menanam tebu
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalau kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U

Makan roti minumnya susu
Susunya di campur madu
Walaupun tadi kita udah ketemu
Tapi hatiku masih terasa rindu

Meski aku sudah kenyang
Tetap harus minum jamu
Perempuan yang ku sayang
Bolehkah aku bertamu

Buah dukuh buah rambutan
Matang satu ditengah hutan
Cintaku bukan buatan
Seperti paku nempel dipapan

Beribu-Beribu Pohon Beringin
Hanya Satu Si Pohon Randu
Saat Malam Terasa Dingin
Hanya Wajah Mu Yang Aku Rindu

Pagi pagi makan pepaya
Minumnya es kelapa muda
Walau kau sudah ada yang punya
Tapi diriku tetap cinta

Di pasar ada banyak jamu
Di rumah ada banyak tamu
Dari pada ku merana karnamu
Lebih baik aku tinggalkanmu

Sangat nyaman rebahan di kasur
Rebahan sembari baca majalah
Sayang selamat malam dan selamat tidur
Semoga mimpi yang indah

Pulang belanja dari pasar baru
Tidak lupa beli kacang
Neng cantik yang menunggu
Awal bulan kita tunangan

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar baru
Abang sayang yang ganteng
Neng disini sudah menunggu

Pantun Nasehat

Banyak wanita, memakai kembang.
Kembang hiasan, merah warnanya.
Kota tercinta, kota Palembang.
Jangan lupakan, keramahannya.

Kemuning ditengah balai.
Bertumbuh terus semakin tinggi.
Berunding dengan orang tak pandai.
Bagaikan alu pencungkil duri.

Jalan-jalan ke kota Blitar.
Jangan lupa membeli sukun.
Jika kamu ingin pintar.
belajarlah dengan tekun.

Kayu cendana diatas batu.
Sudah diikat dibawa pulang.
Adat dunia memang begitu.
Benda yang buruk memang terbuang.

Parang ditelak berbatang sena.
Belah buluh taruhlah temu.
Barang dikerja takkan sempurna.
Bila tak penuh menaruh ilmu.

Jalan jalan ke pulau kalimantan
Sambil memborong buah durian
Lebih baik seharian tak makan
daripada kenyang hasil curian

Padi Di Sawah Kuning Warnanya,
Batu Di Kali Banyak Bentuknya
Turuti Saja Petuah Orang Tua,
Agar Hidup Tidak Sengsara

Jalan jalan ke surabaya.
naik prahu dayung sendiri.
kalau hatimu sedih.
yang rugi diri sendiri.

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Bermain musik dengan gitar
Jangan lupa sambil berpantun
Jikalau kamu ingin pintar
maka belajarlah dengan tekun

Makan mangga dipasar buah
Beli Satu bonusnya Pepaya
Jangan lupa selalu sedekah
Karna itu membuatmu kaya

Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Naik kereta ke kota lamongan
Lalu pulang ke gunung ciremai
Jangan buang sampah sembarangan
Agar hidup sehat bersih dan damai

Nonton televisi acara Mario Teguh
Sambil makan mie selera pedas
Belajarlah dengan sungguh-sungguh
Agar semakin pintar dan cerdas

makanan tersaji dipasang lampu.
lampu menyinari di atas meja.
naiklah haji bagi yang mampu.
memenuhi panggilan dari-NYA.

Kalu di kongkon, janganlah jera.
Segera jauhi, perbuatan nista.
Puasa Ramadhon, kewajiban kita.
Memenuhi, perintah dari-NYA.

Cabut singkong sampailah berurat.
Tanah di gali mawar berkembang.
Wahai para gadis tutuplah aurat.
Agar engkau di hargai sangkumbang.

jalan jalan ke makasar.
jalannya berputar putar.
mari kita rajin belajar.
agar jadi orang pintar.

Jalan jalan ke surabaya.
naik prahu dayung sendiri.
kalau hatimu sedih.
yang rugi diri sendiri.

Demikian pantun untuk kali ini, semoga dari 3 jenis pantun ini ada salah satu yang mewakili rasa hati kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *