Kata Mutiara Dalam Film Chennai Express

Posted on

Petualangan cinta di

 Film terbaru Shakh Rukh Khan “Chennai Express” bersama aktris Deepika Padukone dengan durasi kuran lebih 3 jam. Film komedi dihiasi percintaan ini bagus sekali. Bermula dari Seorang Pemuda bernama Rahul yang mendapat wasiat dari Kakeknya untuk menabur abu nya di Sungai Suci Raneshwaram. Dalam Perjalanannya Rahul bertemu dengan seorang wanita bernama Meena. Keluarga Meena ini sangat unik, Ayahnya adalah seorang Ketua Mafia, dan Meena sendiri kabur dari rumahnya karena akan dijodohkan dengan seorang Mafia juga. Perjodohan ini dilakukan Ayahnya untuk memperluas kekuasaan. Cerita lucu ditambah bebera adegan heroik Shakh Rukh Khan menjadikan film sangat menarik, tidak bosan walau melihatnya berkali-kali.
Shah Rukh Khan hadir lagi dalam film komedi romantis “Chennai Express”. Kali ini bintang Bollywod itu kembali bertemu dengan aktris Deepika Padukone lewat film arahan Rohit Shetty.

Chennai Express bercerita tentang Rahul (Shah Rukh Khan) yang sebatang kara saat kecil namun kasih sayang orangtuanya digantikan oleh nenek dan kakeknya yang memiliki bisnis permen di Mumbai.

Setelah sang kakek merayakan ulang tahunnya ke-100, kakeknya meninggal. Pria berusia 40 tahun itu pun diminta oleh neneknya untuk menebarkan abu kakeknya di Rameswaram, daerah India Selatan.

Permintaan ini bertentangan dengan rencana Rahul dan dua temannya untuk berlibur ke Goa, keinginan yang susah payah disetujui oleh kakeknya -yang ketika itu masih hidup-.Rahul dan kawan-kawannya memutar otak.

“Air dari Goa juga akan mengalir ke Rameswaram, jadi tebarkan saja abunya di Goa,” usul kawannya.
Meski merasa sedikit bersalah, Rahul setuju. Namun, dia harus mengelabui neneknya terlebih dahulu di stasiun kereta. Rahul pun menaiki “Chennai Express”, seakan-akan pergi ke Rameswaram, padahal dia berniat turun di stasiun selanjutnya untuk melanjutkan perjalanan ke Goa bersama teman-temannya.
Saat Rahul berniat turun kereta, dia melihat seorang perempuan berlari mengejar “Chennai Express”. Dia pun mengulurkan tangannya untuk membantu Meenalochini Azhagu Sundaram atau Meenamma (Deepika Padukone) naik. Hal serupa dilakukannya pada empat pria India yang ternyata sedang mengejar-ngejar Meenamma.
Rahul yang berbicara dengan bahasa Hindi tidak paham dengan pembicaraan Meenamma dan empat pria yang berkomunikasi dengan bahasa Tamil. Cara satu-satunya agar Rahul mengerti adalah mengandalkan Meenamma, yang mengerti bahasa Tamil dan Hindi, untuk menjadi penerjemah.
Film yang menghabiskan dana sekitar Rp133,8 miliar itu menghadirkan dialog komedi yang menghibur.
Salah satunya menghubungkan adegan yang mirip dengan situasi dalam film-film terkenal yang menghadirkan bintang India. Seperti saat Rahul yang kebingungan saat mendapati dirinya berada di kapal di tengah lautan, dia menatap samudera di sekelilingnya dan bertanya pada diri sendiri, “Life of Pi?”.
Seperti Rahul yang bertualang dari Mumbai ke Rameshwaram dengan banyak peristiwa mewarnai perjalanannya, penonton juga diajak bertualang melihat-lihat pemandangan alam indah India yang memukau. Kebun teh yang membentang, pedesaan yang asri, lautan megah, dan matahari terbenam yang romantis menjadi sebagian dari suguhan yang memanjakan mata.
Aksi Shah Rukh Khan (47) yang dalam film ini berperan tujuh tahun lebih muda dari usia sebenarnya tetap mempesona. Dia bisa membuat dirinya terlihat romantis, di satu sisi penuh kekonyolan, dan di saat yang lain berubah jadi aktor laga dalam “Chennai Express”.
Ini adalah film keduanya beradu akting dengan Deepika Padukone, sebelumnya mereka bertemu dalam film “Om Shanti Om” pada 2007 silam.
Cinta adalah bahasa universal, itu yang ingin disampaikan dalam “Chennai Express”. Di tengah kebingungan Rahul berkomunikasi dengan ayah Meena dan Thangaballi, mereka tetap mengerti tentang cinta meski tidak ada yang menerjemahkannya.
Bisa jadi itu juga yang diharapkan dari film Bollywood ini. Meski didominasi dengan dialog berbahasa Hindi, “Chennai Express” ingin diterima oleh masyarakat di dunia, tidak hanya di India.
“Chennai Express” memang ditayangkan di banyak negara, tidak hanya di India, tapi juga Peru, Maroko, Jerman, Swiss, Austria, Prancis, Israel, dan juga Indonesia.

Secara total, film itu ditayangkan di 3550 layar dari 2550 bioskop India. Sementara itu, di kancah internasional “Chennai Express” ditayangkan di 700 layar, termasuk 195 di Amerika Serikat, 175 di Inggris, 55 di Timur Tengah, dan 30 di Australia.

“Chennai Express” juga telah disulihsuara menjadi beberapa bahasa, seperti Prancis, Spanyol, Arab, Jerman, Ibrani, Belanda, Turki, dan Melayu.
Film ini merupakan produksi dari rumah produksi Red Chillies Entertainment milik Shah Rukh Khan dan istrinya, Gauri Khan. Ghauri juga menjadi produser “Chennai Express” bersama Ronnie Screwvala dan Siddarth Roy Kapur.
Dari film Chennai Express ini ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil, antara lain :
<>1.             Ini adalah peribahasa Jawa, yang artinya “Cinta Datang, karena Terbiasa Bersama” atau bisa juga dibilang cinta Lokasi kali ya… Meena yang berusaha kabur bersama Rahul, untuk menyelamatkan diri dari kejaran Ayah dan Calon nya membuat mereka berdua selalu bersama. Sampai akhirnya Rahul dan Meena sampai di sebuah Desa dan Meena memberitahu kepada warga di Desa tersebut bahwa Rahul adalah Suaminya, dan disepanjang jalan Rahul menggendong dirinya. Kemudian warga tersebut percaya dan sangat terharu mendengar ceritanya.
Ada sebuah kepercayaan dan kebiasaan di Desa tersebut bahwa setiap pengantin/pasangan yang bisa menaiki anak tangga tersebut akan langgeng sampai dengan tujuh generasi. Rahul dan Meena pun melakukan tradisi tersebut. Dan akhirnya Rahul pun mampu menggendong Meena sampai atas. Saat sampai di Kuil, Rahul pun diminta untuk mengusap merah-merah (apa ya namanya?) ke Meena, saat itulah Meena mulai jatuh cinta dengan Rahul. Rahul sendiri dari awal sebenarnya sudah suka dengan Meena dari awal. Namun Ia baru benar-benar merasakan cinta yang sebenarnya ketika Rahul dan Meena akan menyelamatkan diri dari amukan Ayah dan calon suami Meena besarta anak buahnya. Disaat genting itu, Rahul melupakan abu Kakeknya. Dan Meena lah yang justru mengingatnya. Dari sinilah benih-benih cinta tumbuh…. (So sweet…)
<>2.            Mungkin kata-kata ini sudah tidak asing bagi para pejuang cinta ya (apalagi bagi bara pejuang yang sudah berjuang bertahun-tahun, tapi belum bisa memerdekan hati si “dia). Rahul harus mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan restu dari Ayah Meena. Diakhir-akhir film, Rahul harus menghadapi Calon suami Meena, yang notabene secara fisik tinggi besar, Rahul menyebutnya “Tiang Jemuran” saking tinggi besarnya. Sebelumnya Rahul juga harus menghadapi anak buah Ayah Meena.
Dengan rasa cinta yang besar membuat keberanian Rahul menyulut, dan akhirnya dia memenangkan duel. Ketika ia memiliki kesempatan untuk menggorok leher calon suami Meena, namun Rahul enggan melakukannya. Ia berpikir bahwa bukan kekerasan untuk menunjukkan kemenangan, tapi dengan “cinta kasih”. Dan Ayah Meena serta calon suami Meena  mengakui keberanian Rahul serta menjadi laki-laki “sejati” tidaklah harus seperti kami begitu yang diucapkan Ayah Meena.
<>3.            Inilah kata yang selalu diucapkan Rahul, hal ini sangat menginspirasi saya. Sering kali kita meremehkan orang-orang yang dalam “kacamata” kita lebih rendah/kecil dari kita. Dari film ini Rahul menunjukkan bahwa Rahul yang bertubuh sedang ternyata mampu melewati 400 anak tangga dan menggendong Meena, tak hanya itu ia juga mempu mengalahkan para mafia anak buah Ayah dan Calon Suami Meena. Tentunya dengan keberanian lebih. Begitupun dalam hidup, kita butuh keberanian lebih untuk menghadapi hidup, untuk mengambil resiko agar dapat naik ke tangga atas, atau berani disaat jatuh. Hmmm, jangan remehkan ORANG BIASA…. hidup Rahul si penjual manisan, Hidup kita orang biasa….
<>4.           Inilah point terpenting. Rahul yang mendapatkan amanah untuk menabur abu jasad kakeknya, di tengah perjalanan menghadapai berbagai halang-rintang. Hingga akhirnya dia mampu melaksanakan amanah tersebut. Dalam hidup kita memiliki banyak amanah baik dari Tuhan maupun manusia. Amanah itu bisa berupa harta, jabatan, pekerjaan, anak, istri dsb nya. Ditengah perjalanan tak sedikit cobaan/ujian/godaan disaat kita menjalankan amanah tersebut. Tak mudah memang menjalankan amanah, ada saja godaannya. Tapi yang harus diingat akan ada pertanggungjawaban di akhir nanti. Jadi tunaikanlah amanah tersebut sebaik mungkin, seberat apapun cobaan/ujian/godaan tunaikan amanah karena itu adalah kewajiban.
Demikian beberapa kata bijak atau kata mutiara di film Chennai Express, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita di dunia perfilman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *