Kata Bijak Film Doea Tanda Cinta Karya Anak Bangsa

Posted on

Kata Bijak Film Doea Tanda Cinta. Film karya sutradara berbakat Rick SoerafaniDOEA TANDA CINTA, memang punya sentuhan yg berbeda. Sudah lama tidak ada film yang mengangkat kehidupan Tentara Nasional Indonesia. Film ini wajib kalian tontong jika kangen dengan film nuansa TNI.

Menceritakan tentang dua orang pria  muda, Bagus (Fedi Nuril) dan Mahesa (Rendy Kjaernett) yang mempunya latar belakang kehidupan berbeda. Bagus yang berasal dari keluarga biasa, sementara Mahesa adalah seorang anak petinggi angkatan bersenjata.

Dengan Motivaasi yang tinggi Mereka berdua bertemu di Akademi Militer. Dan Akhirnya Mereka mencintai gadis yang sama bernama Laras (Tika Bravani). DOEA TANDA CINTA menghadirkan kisah cinta ala angkatan militer yang sopan dan romantis.

Nggak melulu soal cinta, film ini juga menghadirkan adegan-adegan action yang keras ala militer. Bahkan, mereka juga harus melakoni adegan perang melawan para musuh yang mengancam kesatuan negara tercinta ini.

Para pemerannya rela keluar masuk hutan, kehujanan serta kepanasan demi memberikan hasil yang terbaik untuk pemirsanya. Lantas apa sih pesan dari film ini?

Kata Bijak Film Doea Tanda Cinta

“Saya bangga dengan TNI. Mereka dedikasinya tinggi. Kontribusi mereka untuk negara tuh besar banget. Mereka bisa cedera atau bahkan meninggal saat latihan. Itu sebuah pengabdian untuk negara. Semoga nanti pas masyarakat nonton pesannya akan sampai terutama untuk anak muda,” tandas Rendy Kjaernett sang pemeran Mahesa. Jadi, buat apa ragu, segera tonton DOEA TANDA CINTA di bioskop kesayanganmu.

Dua tokoh itu yang paling dominan di dalam drama ini. Awalnya Mahesa sangat tidak peduli pada teman satu peletonnya. Didalam peleton itu dipimpin oleh Bagus sebagai ketua kelasnya. Karena satu peleton mereka berdua tidur satu barak dan Bagus tidur disebelah ranjang Mahesa. Di malam pertama akademi Mahesa sangat risau dan berisik dibarak membuat teman yang lain tidak bisa tidur, Bagus mencoba menghampirinya untuk memberi segelas air untuk Mahesa. Namun Mahesa menolaknya. Disaat itu malam dimana mereka saling berbicara.

Karena Mahesa sering berbuat masalah peleton yang dipimpin Bagus sering mendapat hukuman. Itu membuat kawan satu peletonnya menjadi tidak senang terhadap Mahesa. Mahesa sering terlambat untuk apel pagi dan sering kabur dalam materi. Sehingga teman sepeletonnya menganggap Mahesa sebagai anak orang kaya yang manja. Walaupun begitu Mahesa tetap saja tidak perduli terhadap temannya yang lain.

Beberapa bulan masa pendidikan telah berlalu. Mahesa tetap menjadi taruna yang paling susah diatur. Sedangkan Bagus menjadi ketua kelas yang disiplin dan mendapat niali terbaik. Disaat upacara pesiar untuk pulang kampung ingin dilakukan ternyata rejadi suatu insiden, dimana Mahesa kehilangan kartu pesiarnya sehingga mengakibatkan peleton Bagus tidak jadi pesiar kekampung halam. Sehingga mereka tetap tinggal dibarak. Karena teman peleton yang kesal terhadapnya sepakat untuk menjaili Mahesa dengan cara memberikan balsem kepadanya. Namun saat mereka sedang memberika balsem, terdengan suara tembakan arti musuh menyerang. Sehingga mengharuskan mereka harus kumpul di lapangan dengan seragam lengkap. Saat ini terjadi Mahesa malah berniat untuk kabur dari akademi, lalu tak tersangka ia malah ketahuan oleh penjaga, mengakibatkan Mahesa harus disidang. Sejak sidang malam itu Mahesa mulai berfikir dan mulai bicara terhadap yang lain. Terjadi satu exsiden lagi yang mengakibatkan Mahesa berubah yaitu pada saat survival dimana ia pingsan dan nyaris jatuh kejurang dan ia diselamatkan oleh temannya. Sejak itu Mahesa mulai sadar akan lingkungan di peletonnya.

Setelah beberapa bulan berlalu lagi peleton Bagus mendapatkan libur untuk pesiar tapi mereka bingung ingin kemana. Akhirnya Bagus mendapatkan ide untuk mengajak pesiar bersama komandannya. Setelah bersiap Bagus dan Mahesa pergi menghampiri komandannya untuk ikut pesiar bersama. Tenyata komandan mereka tinggal tidak jauh dari Akademi. Mereka bertiga pergi kerumah Pak leknya komandan untuk menyantai sate kambing usaha Pak lek komandannya. Setelah mereka makan Pak lek dari komandan menyuruh mereka bertiga untuk mampir kerumah. Disinilah persahabatan mereka di uji.

Setibanya dirumah Pak lek komandan, mereka duduk di teras rumahnya. Sang komandan masuk untuk menegur pemilik rumah, ternyata terdengar suara merdu seorang gadis yang memecah konsentrasi Bagus dan Mahesa. Tak sengaja mereka berdua mendengar percakapan gadis itu dan komandannya, akhirnya mereka mendengar nama gadis itu, Laras namanya. Sang komandan menyuruh Laras untuk mengambil oleh-oleh yang dibawanya di dalam tas. Itulah pertama kali mereka bertemu. Bagus dan Mahesa mereka berdua diam menatap wajah Laras dengan senyum malu dan wajah bahagia bagaikan melihat bidadari. Mahesa langsung suka terhadap Laras. Beberapa jam setelah mereka mampir kerumah, mereka bertiga pulang menuju akademi. Hati Mahesa berbunga bunga, saat pulang ke akademi, mulai hari itu Mahesa dan Bagus sering main kerumah pak lek komandan. Untuk pergi mengajak main Laras.

Setelah beberapa bulan kebersamaan mereka bertiga sangatlah erat, akhirnya Mahesa memutuskan untuk mengatakan isi hatinya terhadap Laras dan meminta Bagus sahabatnya untuk menyaksikan kejadian paling indah itu. warung sate orang tua Laras menjadi saksi dimana Mahesa menyatakan cintanya terhadap Laras. Disaat Mahesa ingin menyatakan cintanya kepada Laras, Bagus izin untuk pergi keluar membeli makanan untuk diakademi nanti. Laras yang bingung akan menjawab apa meminta Mahesa untuk menyelesaikan pendidikannya dulu, dan menyarankan Mahesa agar serius menjalankan pendidikan agar tidak menjadi lulusan yang biasa-biasa saja. Mahesa pun tersenyum dan mengatakan ia akan melakukan itu semua.

Disanalah titik balik perubahan sifat Mahesa terjadi. Seorang Mahesa yang paling berandal susah diatur berubah menjadi taruna yang rajin dan hampir sebanding dengan Bagus sahabatnya. Mereka dua orang sahabat yang paling dominan diakademi akhirnya menjadi dua orang lulusan terbaik Akademi Militer. Masa belajar Mahesa dan Bagus selesai mereka berdua memutus kan untuk kembali kerumah masing-masing untuk liburan. Bagus kembali kedesanya, seorang anak desa yang awalnya hanya membantu orangtuanya dirumah sekarang berubah menjadi seorang yang gagah perkasa. Sedangkan Mahesa tidak langsung pulang kerumah. Ia langsung menuju rumah Laras untuk menanyakan jawaban atas perasaannya, Laras yang terdiam dan bingung untuk menjawabnya meminta Mahesa menunggu sehari lagi untuk mendengar jawabannya. Karena Laras yang bingung ia berniat menelpon Bagus untuk bercerita dan meminta solusi, namun nomor telpon Bagus sudah tidak aktif sehingga mereka berdua lost kontak.

Hari dimana Mahesa akan mendapatkan jawaban tiba, ia datang dengan sejuta harapan. Laraspun telah siap memberikan jawaban. Akhirnya Laras menerima perassaan Mahesa, tapi meminta Mahesa menunggu samapai Laras lulus kuliah untuk melangsungkan pernikahannya. Setelah Laras menjawab sebuah telpon masuk ke nomor Laras, nomor yang tidak diketahui olehnya, nomor itu menelpon berkali-kali Laras, dan suatu pesantek masuk berisi bahwa nomor tersebut adalah sahabatnya Bagus. Laras terdiam bingung apa yang harus ia lakukan.

Beberapa tahun setelah Laras lulus dari kuliahnya, Mahesa langsung menelpon Laras sebelum Mahesa melanjutkan misinya dan Mahesa menanyakan kapan mereka dapat melangsungkan pernikahannya. Larass yang selalu mengundur-ngundur membuat Mahesa bingung. Sehingga Mahesa meminta Laras untuk jujur terhadap apa yang ia rasakan. Akhirnya Mahesa mengetahui apa yang benar-benar ternjadi dan apa yang sebenarnya Laras rasakan. Saat melaksanakan misinya Mahesa sedikit ragu. Namun karena perinsip yang ia pegang Mahesa tetap menjalankan misi dan menjadi pemimpin komandan dalam misi tersebut. Dan Bagus menjadi atasan Mahesa yang tar disangkat turut bergabung dalam misi tersebut. Misi tersebut adalah sebuah misi pembebasan sandra. Awalnya semua lancar sampai akhirnya setelah penyerangan terhadap musuh dilakukan.

Mereka semua berusahan kembali ke titik pertemua, untuk membawa sandra pulang. Namun karena merka yang sudah mulai terkejar Mahesa berinisiatif untuk menahan musuh sendirian. Agar pasukannya selamat dan dapat menyelesaikan misi dengan baik. Saat mehesan menahan sendirian Ia bekerja dengan baik, namun malang salah satu musuh menembak Mahesa dari belakang dan membuat Mahesa menjadi lemah. Bagus sahabatnya yang telah sampai di titik pertemua, mencemaskan Mahesa lalu berusahan kembali ke tempat Mahesa. Namun sesuatu terjadi Mahesa yang telah tertembak terkapar lemah di medan tempur. Lalu Bagus membawa Mahesa keatas helikopter. Karena ikatan yang kuat diantara mereka Bagus berniat membalaskan dendamnya kepada musuh. Untuk mencari pemimpin musuh dan membnuhnya. Ternyata ia berhasil, namun malang kejaian yang sama seperti Mahesa terjai ia diserang dari belakang. Walaupun ia terserang Bagus masih dapat berjalan untuk kembali kepasukan dan mencari pertolongan akhirnya Bagus bertemu pasukan yang sedang patroli.

Kata Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *