Kata Bijak Dulu dan Sekarang Untung Renungan

Posted on

Jika sekarang anda dalam posisi yang aman baik itu derajat maupun status ekonominya, maka bersyukurlah. karena anda dulu dan sekarang pasti beda. dulu mungkin saja banyak teori yang sangat mentah dan penuh ambisi namun lihatlah anda sekarang..

Renungkan apa yang anda lakukan selama ini, dan sudahkah anda melakukan hal-hal positif yang bisa menjadikan anda bermanfaat dan jaya seperti sekarang ini.

*Dulu . . .*
Aku sangat KAGUM pada manusia yang :
» Cerdas,
» Kaya,
» Berhasil dalam Karir,
» Hidup sukses,
» dan Hebat.

*Sekarang …*
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dengan :

*» Manusia yang selalu bersyukur kepada ALLAH*..

» Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

*Dulu …*
Aku memilih MARAH ketika merasa ‘harga diriku’ dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar kepadaku dan menyakitiku .. .

*Sekarang …*
Aku memilih untuk
BANYAK BERSABAR & MEMA’AFKAN, karena aku yakin _ada hikmah lain_ yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk _mema’afkan & bersabar_

*Dulu …*
Aku memilih MENGEJAR HARTA DUNIA dan _menumpuknya_ sebisaku….
Ternyata aku sadari keperluanku hanyalah _makan dan minum untuk hari ini_

*Sekarang* …
Aku memilih untuk *BERSYUKUR & BERSYUKUR* dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa _mengisi waktuku_ hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfa’at untuk sesama . . .

*Dulu …*
Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN
» Orang tua,
» Saudara,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku… Ternyata yang membuat mereka bahagia _bukan itu_ melainkan :
» Ucapan,
» Sikap,
» Tingkah,
» dan Sapa’anku kepada mereka.

*Sekarang ..*
Aku memilih untuk _membuat mereka bahagia_ dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-manfa’at-an ku ditengah-tengah mereka…

*[Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa’at buat manusia lainnya]*

*Dulu …*
Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk duniaku…
ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada ALLAH…

*Sekarang …*
yang menjadi ‘fokus pikiran’ dan ‘rencana-rencana’ ku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan di hadapan ALLAH dan sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh ALLAH.

*→ Τak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati ‘hangatnya matahari esok pagi’*

*→ Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa menghirup ‘udara besok hari’.*

Jadi apabila ‘hari Ini dan esok hari’ aku masih hidup, itu adalah karena kehendak ALLAH semata, bukan kehendak siapa-siapa…

_*Renungan ini*_ mengintrospeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
*DULU* aku ini siapa ?
Dan *SEKARANG* aku mau kemana ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *