Contoh Wawancara Singkat Tentang Tanah Longsor

Posted on

Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber.

Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.

Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

  1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
  2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
  3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
  4. Wawancara pribadi.
  5. Wawancara dengan banyak orang.
  6. Wawancara dadakan / mendesak.
  7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.

Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.

Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

  • Wawancara bebas

Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.

  • Wawancara terpimpin

Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.

  • Wawancara bebas terpimpin

Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.

Dalam melakukan wawancara harus ada 2 pihak terkait yang harus ada yaitu pewawancara dan narasumber.

Narasumber adalah istilah umum yang merujuk kepada seseorang, baik mewakili pribadi maupun suatu lembaga, yang memberikan atau mengetahui secara jelas tentang suatu informasi, atau menjadi sumber informasi untuk kepentingan pemberitaan di media massa. Biasanya, informasi yang didapat dari narasumber diperoleh melalui wawancara dengan memintakan pendapatnya mengenai suatu masalah atau isu yang sedang berkembang. Selain itu, narasumber juga diperlukan untuk mendukung suatu penelitian.

Berikut adalah beberapa contoh wawancara dengan tema bencana tanah longsor:

Wawancara Korban Bencana Longsor Desa Jemblung, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah
Ya, kembali lagi dengan saya Dewi melaporkan secara langsumng keadaan Desa Jemblung hari ini tanggal 8 hingga 21 Desember 2014. Hari ini sudah ditemukan korban longsor berjumlah 3 orang di Dusun Jemblung, karena cuacanya yang kurang bersahabat atau mendung, pelaksanaan dihentikan sementara demi kesehatan dan keselamatan para pencari korban tanah longsor di Desa Jemblung. Baiklah sekarang saya sedang bersama dengan Bapak Supeno selaku Wakil Bupati Banjarnegara.

Dewi                         : ” Ya, Bapak Supeno jika boleh tau apa strategi yang digunakan untuk mencari korban tanah longsor di Desa Jemblung ini pak?”

Bapak Supeno         :” Ya.. kalau strategi yang digunakan yaitu menambah orang untuk mencari para  korban tanah longsor serta menambah alat-alat berat seperti Buldoser yang saya beli langsung dari Jogjakarta.”

Dewi                           :” Apakah ada kendala dalam proses pencarian korban?”

Bapak Supeno         :” Kendalanya yaitu banyak orang yang berdatangan ke sini, cuaca yang mendung, serta kurangnya orang untuk membantu para korban tanah longsor di Desa Jemblung ini.”

Dewi                           :” Lalu bagaimana keadaan korban tanah longsor di Desa Jemblung dan apakah warga masih trauma akan kejadian ini?”

Bapak Supeno         :” Para warga tentunya masih trauma dengan kejadian ini karena mungkin sebagian dari mereka telah kehilangan banyak harta maupun benda dan juga mereka banyak kehilangan anggota keluarga mereka yang masih tertimbun di tanah.”

Dewi                           :” Baiklah Bapak, apakah ada yang perlu dipersiapkan untuk para warga di sini?”

Bapak Supeno         :” Tentu saja ada, misalnya mempersiapkan tenda untuk tempat tinggal warga sementara, menyiapkan bahan keperluan sehari-hari seperti makanan dan minuman serta pakaian. Dan juga bahan obat-obatan untuk jaga-jaga jika ada salah seorang warga yang sakit di sini.”

Dewi                           :” Baiklah Bapak, terimakasih atas wawancaranya, maaf jika ada tutur kata yang salah dan juga mengganggu waktu bapak dalam membantu proses pencarian para korban tanah longsor di Desa Jemblung.”

Bapak Supeno         :” Terimakasih kembali kepada anda dan para warga masyarakat Indonesia yang mau membantu dengan ikhlas pencarian korban di Desa Jemblung ini sehingga pencarian bisa berjalan dengan bai dan proses pencarian korban menjadi lebih mudah. Saya atas nama Warga Banjarnegara mengucapkan banyak sekali terimakasih kepada warga masyarakat Indonesia.

Dewi                           :” Iya bapak, sama-sama”

Baiklah tadi merupakan hasil wawancara Saya dengan Bapak Supeno selaku Wakil Bupati Banjarnegara. Melaporkan langsung dari Desa Jemblung, Banjarnegara, Jawa Tengah.


Contoh wawancara dengan tema bencana tanah longsor yang terjadi di Karanganyar

A : selamat pagi. mohon maaf, bapak. bisa saya wawancara sebentar?
B : selamat pagi. ya silahkan.
A : bagaimana kronologi kejadian tanah longsor yang terjadi di Karanganyar?
B : tanah nya amblas ke bawah, menyeret beberapa rumah warga yang ada di sekitarnya.
A : adakah korban  nyawa yang  tidak bisa diselamatkan dari bencana tersebut?
B : Ada, 10 orang tewas.
A : kira kira berapa kerugian yang dialami dari bencana tanah longsor ini?
B : Sekitar 8 Milyar
A : Dimanakah korban selamat diungsikan?
B : Kebetulan pemerintah memberi posko pengungsian di seberang desa kami.
A : selain posko, apa bantuan lain yang diberikan pemerintah untuk meringankan bencana tanah longsor di desa ini?
B : Pemerintah juga memberikan makanan seperti mie, telor, dan nasi.
A : Baiklah, terimakasih banyak pak atas waktunya. selamat pagi..


 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *